Feeds:
Tulisan
Komentar

Anggodo jadi pahlawan

Untuk mendownload permendiknas 78 tahun 2009,klik disni.

Team futsal sman 3 klaten masuk final pada kejuaraan futsal slta se kab.klaten pada tahun 2009.
Demikian pembina futsal sman 3 klaten bapak surono.

Sesuai kaldik sman 3 klaten mulai hari senin,12 Okt s.d. 17 Okt 2009 diadakan mid semester. Nilai mid semester akan dilaporkan kepada orang tua siswa ,agar orang tua atau siswa mengetahui prestasi belajar yang dicapai selama tengah semester ini.
Kemudian ekstra kurikuler akan dimulai pekan depan .

sman 3 kLATEN mengukuhkan sebagai juara sejati bidang olah raga futsal pada kejuaraan futsal yang diadakan di POLMAT Ceper pada pertengahan bulan juli 2009. pada kejuaraan tsb team futsal sman 3 klaten mendapat tropy dan hadiah lainnya.

Klaten,12 Juni 2009

Peenerimaan Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2009/2010 SMAN 3 Klaten akan berlangsung dari tanggal 30 Juni s.d. 3 Juli 2009.Adapun syarat-syarat pendaftaran dapat ditanyakan dan dilihat di sekolah . Seleksi masih menggunakan nilai UN .

Belum lama ini SMAN 3 Klaten mengikuti popda sekab.Klaten,dari ke-4 cabang olahraga yang diikuti SMAN 3 Klaten,alhamdullillah SMAN 3 Klaten menjadi juara 1 untuk cabang Tenis meja Putra.Sedangkan cabang olah raga lainnya belum menjadi juara 1.

Dalam temu tegak XXVI se eks.karesidenan Surakarta untuk sangga Putra SMA Negeri 3 Klaten mendjadi juara ke-3 lomba cerdas cermat yang diadakan UMS bulan April 2009.Sebagai pembina pramuka yang terlibat diantaranya : Bapak Sunu Tri Widodo,S.Pd,Ibu Sri Purnamawati,S.Pd dan Bapak Agus Santoso,S.Pd. Dalam temu tegak se eks Karesidenan Surakarta SMA Negeri 3 Klaten mengirimkan 24 siswanya selama 2 hari.
Dengan lomba ini diharapkan siswa semakin giat untuk berlatih mandiri,mudah-mudahan kejuaraan ini menjadi semangat untuk siswa yang lain.

Baru beberapa hari yang lalu siswa SMA / MA telah melaksanakan UN serentak dilakukan seluruh Indonesia.,demikian juga dengan UASBN akan dilakukan serentak mulai Senin,4 Mei s.d. Rabu,6 Mei 2009.Namun dari sekian siswa SMA/MA ada yang absen ( tidak mengikuti ) karena berbagai sebab,diantaranya : sakit , tindak kriminal dll.Setelah jeda kurang lebih satu minggu ,siswa akan menghadapi ujian sekolah
Soal UN baik dari pusat maupun sekolah sama-sama memiliki bobot yang sama dalam hal penentuan lulus/ tidak lulus dari satuan pendidikan.lalu bagaimana dengan kasus yang menimpa seorang siswa SMKN 8 Surabaya yang sedang mengandung tidak diperkenankan mengikuti UN?
Pihak sekolah tetap bersikukuh dengan aturan tata tertib sekolah yang berlaku.Kasus ini mengemuka sesaat orang tua siswa menghadap kepala sekolah dimana Prisma menuntut ilmu.
Alhasil,sekolah tetap bersikeras untuk mengembalikan Prisma ke orang tuanya,karena hamil.Kepala Dispendik Surabaya Sahudi turun tangan ,dan mendukung keputusan SMKN 8 Surabaya pengembalikan Prisma tersebut ke orang tuanya.Tidak berapa lama Komisi D DPRD Surabaya angkat bicara,bahwa Kepala Dispendik Surabaya dituding melanggar hukum.Akhirnya pada tanggal 25 April 2009 kasus ini sampai telinga Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta,beliau mengatakan bahwa sudah menindaklanjuti masalah ini dengan mengirim surat ke Mendiknas. Menurut Meutia Hatta ,bahwa keputusan sekolah yang mengeluarkan siswa tersebut melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.Pada beberapa pasal Undang-undang Perlindungan anak,diatur bahwa anak usia di bawah umur 18 tahun berhak untuk mendapatkan pendidikan,meski dia tersangkut masalah asusila.Bahkan Meutia Hatta menegaskan pihak-pihak yang telah menghentikan siswa memperoleh hak itu bisa dihukum berat.Sementara itu Komnas HAM akan mengusut kasus tersebut.Bahkan wakil ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Hesti Armiwulan mengunjungi Prisma di rumahnya.

Kalau dicermati tanggapan dari tingkat sekolah hingga sang menteri ( Pemberdayaan Perempuan ),tentu ada yang pro dan kontra.Lalu bagaimana seharusnya permasalahan ini dapat diselesaikan?
Keputusan sekolah untuk mengembalikan ke orang tua kami kira sudah tepat,karena pada aturan telah tertulis dengan jelas dan gamblang.Sedangkan dari pihak luar,sebaiknya tidak usah ikut campur tangan ke dalam masalah ini,mengingat mereka tidak tahu persis dan justru akan menambah ruwet permasalahan. Mereka yang getol akan memperkarakan pihak-pihak yang mengeluarkan Prisma agar dihukum berat dsb.mungkin perlu merenungkan sejenak dan berfikir jernih ,tidak emosional serta tidak usah mencari popilaritas dari permasalahan ini. Bisa dibayangkan seandainya setingkat SMA/MA/SMK banyak siswa yang mengandung ,terus sekolah didirikan apakah untuk mencetak siswa seperti itu ? Memang dikembalikan ke orang tua ini adalah sebuah resiko dari perbuatan yang harus dipikul dan harus diterima dengan tangan terbuka,tidak sebaliknya justru menyalahkan pihak lain.Toh ,masih bisa mengikuti ujian paket C. Marilah kita belajar untuk tidak melempar kesalahan pada orang lain,perlu instropeksi diri ,perlu bertanya pada diri kita sendiri .Semoga permasalahan Prisma menjadi cermin pada kita semua khususnya pada orang tua ,masyarakat ,pemerintah,biarlah orang-orang yang memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing yang menyelesaikan permasalahan ini.Semoga.
19 April 2009

Tidak seperti biasa,jumat 27 April 2009 para siswa SMAN 3 Klaten berdoa dengan khusu’ memohon kepada Illahi Robbi agar dalam menempuh UN tahun 2009 mendapatkan kemudahan dalam mengerjakan soal.Oleh karenanya pukul 08.00 Bapak M.Yusuf berdoa yang diikuti semua warga SMAN 3 Klaten dengan harapan Senin,20 April – 24 April 2009 bagi peserta didik mendapat kemudahan,karena hari itu merupakan momen yang menentukan keberhasilan yang ditempuh selama 3 tahun.Kira-kira 4 menit berdoa selesai,para siswa dan guru,karyawan banyak yang tersentuh,akhirnya banyak yang menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya dengan Allah SWT.Kiranya para siswa terketuk hatinya….sehingga banyak air mata yang jatuh dipipi,dengan sesekali mengusapnya.Pada saat itulah para siswa mulai mohon restu kepada bapak Ibu guru dan karyawan dengan linangan air mata.
Oleh karena itu kami mengajak para siswa kelas X dan XI untuk instropeksi diri,bahwa doa setiap waktu perlu sekali serta dijalin komunikasi yang sejuk antara guru-siswa-komite-orang tua.Niscaya kalau ini dilakukan akan memberi warna tersendiri dan semoga kedepan prestasi siswa akan terukir.Amin.

Tulisan Sebelumnya »